Sunday, April 7, 2013

Kebersamaan ini, jangan pernah Berakhir



Dear my friend “Mariska DodolL :* ”


Masih terekam jelas dalam ingatanku bagaimana awal pertemuan kita yang mengantarkan pada pertemanan dan persahabatan yang menjadi cerita antara aku dan dirimu. Masih teringat jelas saat aku memperhatikanmu berdiri sendiri di samping pos jaga sekolah dengan seragam putih-biru mu. Masih teringat jelas ketika aku melihat mu berada dalam satu kelas yang sama denganku, tahukah??? Aku penasaran dengan kepribadianmu.
Hari pertama dikelas X (sepuluh) dan disekolah baru di masa putih abu-abu ku. Tak banyak cerita tentang mu, namun seiring berjalannya waktu sedikit namun pasti aku mulai mengenalmu. Awalnya hanyalah sekedar teman biasa tanpa ingin lebih jauh dari sekedar teman. Namun akhirnya kusadari banyak waktu yang telah ku habiskan bersamamu. Banyak cerita antara aku dan dirimu. Banyak kenangan yang mungkin tak kan terlupakan.
Berasa baru kemaren kita sama-sama. Ternyata itu sudah lama, lama banget malah. Tiga tahun mengenalmu, tiga tahun berteman, tiga tahun bersama walau dua tahun beda kelas, dan selama tiga tahun itu pula kau menjadi bagian dalam cerita ku. Tiga tahun yang menjadi kebersamaan kita tidak pernah selalu mudah tapi bukan pula sesuatu yang berat untuk dijalani.
Ingatkah, ketika kau berteriak menangis sambil mengendarai motor. Aku yang dibonjeng menjadi takut bercampur kesal hingga akhirnya aku yang menggantikan posisimu untuk menyetir. Atau ingatkah, ketika kau datang kerumahku dengan muka sembap karna menangis dimarahi orang tua atau berkelahi dengan adik laki-laki mu. Ingatkah juga, ketika aku ingin membuat surprise untuk hari ulang tahun mu, dengan relanya pagi-pagi buta aku datang bersama mbak mengetuk pintu rumahmu, ahh jangankan membuka pintu, telpon ku pun tak diangkat. Dasar kau, tidurmu sangat pulas. Hal-hal kecil seperti membayar listrikpun kita lakukan bersama. Dan satu hal yang lain, ketika pulang dari kampung ku bersama mbak dwi. Karna kegilaan mu akan foto-foto, hingga akhirnya kita membiarkan mbak dwi duluan didepan meski nyatanya dia tak tahu jalan pulang. Konyol memang membiarkan orang yang lebih tua dari kita yang tak tahu jalan tapi berusaha menyakin kan diri bahwa mbak pasti tahu jalan dan telah sampai kerumah, dan kita tetap dengan hobby awal foto-foto di setiap tempat yang kita mau. Namun ternyata berusaha yakin saja tidak cukup karna hasilnya mbak belum pulang, mbak tak tahu jalan pulang, mbak tersesat. Putar arah dan balik lagi itulah yang kita lakukan untuk mencari mbak, kali ini tak tanggung-tanggung bawa motor dengan kecepatan tinggi. Bzzz… aku mendadak ngerem, dan menoleh ke belakang. Itu mbak, putar arah dan balik lagi. Akhirnya walau tersesat tapi mbak masih bisa pulang :D. Waw, ternyata aku punya banyak sekali waktu bersama mu yang melekat erat dalam ingatanku dan siap digali kapanpun aku mau.
            Meski kini kita tak lagi bersama, tapi sahabat akan tetap menjadi sahabat, kesatuan pemikiran kita tumbuh bersama membuat kita menjadi pribadi yang tak akan mungkin untuk dipisahkan hanya oleh jarak atau kesempatan. Jalan hidup kita masih terbentang panjang. Satu hal yang pasti tetaplah menjadi dirimu sendiri, be yourself. Jangan pernah mengeluh dengan keadaan, terus berjuang tetap optimis dan semangat demi cita-cita cerah dimasa datang.
mariska yang baju ijo kawan, jilbab merah itu mba' rezi , dan yang jilbab hitam itu aku sobat :D

nah, foto ini d ambil di belakang ponpes d daerah ku, yang menggunakan jilbab mbak dwi, tokoh dalam cerpen ku ini, satu lagi itu mariska.

narsis bareng mariska :V

Keep spirit dodolL…

*kangen kebersamaan seperti dulu :)

06 January 2013


No comments:

Post a Comment