Dear my friend “Mariska DodolL :* ”
Masih terekam jelas
dalam ingatanku bagaimana awal pertemuan kita yang mengantarkan pada pertemanan
dan persahabatan yang menjadi cerita antara aku dan dirimu. Masih teringat
jelas saat aku memperhatikanmu berdiri sendiri di samping pos jaga sekolah
dengan seragam putih-biru mu. Masih teringat jelas ketika aku melihat mu berada
dalam satu kelas yang sama denganku, tahukah??? Aku penasaran dengan
kepribadianmu.
Hari pertama dikelas X
(sepuluh) dan disekolah baru di masa putih abu-abu ku. Tak banyak cerita
tentang mu, namun seiring berjalannya waktu sedikit namun pasti aku mulai
mengenalmu. Awalnya hanyalah sekedar teman biasa tanpa ingin lebih jauh dari
sekedar teman. Namun akhirnya kusadari banyak waktu yang telah ku habiskan
bersamamu. Banyak cerita antara aku dan dirimu. Banyak kenangan yang mungkin
tak kan terlupakan.
Berasa baru kemaren
kita sama-sama. Ternyata itu sudah lama, lama banget malah. Tiga tahun
mengenalmu, tiga tahun berteman, tiga tahun bersama walau dua tahun beda kelas,
dan selama tiga tahun itu pula kau menjadi bagian dalam cerita ku. Tiga tahun yang menjadi kebersamaan kita
tidak pernah selalu mudah tapi bukan pula sesuatu yang berat untuk dijalani.
Ingatkah, ketika kau berteriak menangis sambil mengendarai
motor. Aku yang dibonjeng menjadi takut bercampur kesal hingga akhirnya aku
yang menggantikan posisimu untuk menyetir. Atau ingatkah, ketika kau datang
kerumahku dengan muka sembap karna menangis dimarahi orang tua atau berkelahi
dengan adik laki-laki mu. Ingatkah juga, ketika aku ingin membuat surprise
untuk hari ulang tahun mu, dengan relanya pagi-pagi buta aku datang bersama
mbak mengetuk pintu rumahmu, ahh jangankan membuka pintu, telpon ku pun tak
diangkat. Dasar kau, tidurmu sangat pulas. Hal-hal kecil seperti membayar
listrikpun kita lakukan bersama. Dan satu hal yang lain, ketika pulang dari
kampung ku bersama mbak dwi. Karna kegilaan mu akan foto-foto, hingga akhirnya
kita membiarkan mbak dwi duluan didepan meski nyatanya dia tak tahu jalan
pulang. Konyol memang membiarkan orang yang lebih tua dari kita yang tak tahu
jalan tapi berusaha menyakin kan diri bahwa mbak pasti tahu jalan dan telah
sampai kerumah, dan kita tetap dengan hobby awal foto-foto di setiap tempat
yang kita mau. Namun ternyata berusaha yakin saja tidak cukup karna hasilnya
mbak belum pulang, mbak tak tahu jalan pulang, mbak tersesat. Putar arah dan
balik lagi itulah yang kita lakukan untuk mencari mbak, kali ini tak
tanggung-tanggung bawa motor dengan kecepatan tinggi. Bzzz… aku mendadak
ngerem, dan menoleh ke belakang. Itu mbak, putar arah dan balik lagi. Akhirnya
walau tersesat tapi mbak masih bisa pulang :D. Waw, ternyata aku punya banyak sekali waktu bersama mu yang
melekat erat dalam ingatanku dan siap digali kapanpun aku mau.
Meski kini kita tak lagi bersama,
tapi sahabat akan tetap menjadi sahabat, kesatuan pemikiran kita tumbuh bersama
membuat kita menjadi pribadi yang tak akan mungkin untuk dipisahkan hanya oleh
jarak atau kesempatan. Jalan hidup kita masih terbentang panjang. Satu hal yang
pasti tetaplah menjadi dirimu sendiri, be yourself. Jangan pernah mengeluh
dengan keadaan, terus berjuang tetap optimis dan semangat demi cita-cita cerah
dimasa datang.
mariska yang baju ijo kawan, jilbab merah itu mba' rezi , dan yang jilbab hitam itu aku sobat :D
nah, foto ini d ambil di belakang ponpes d daerah ku, yang menggunakan jilbab mbak dwi, tokoh dalam cerpen ku ini, satu lagi itu mariska.
narsis bareng mariska :V
Keep spirit dodolL…
*kangen
kebersamaan seperti dulu :)
06 January
2013

No comments:
Post a Comment