Tuesday, April 17, 2018

KARENA HIDUP ADALAH PERPINDAHAN

Bismillah,,

 

KARENA HIDUP ADALAH PERPINDAHAN
Bibo blog bobo :D. Kali ini mau sedikit berbagi pengetahuan tentang sebuah FILM. Film produksi Thailand “The Billionaire Top Secret” . Film ini sangat amat layak buat teman2 tonton terutama calon pengusaha muda baik yang sedang akan merintis usaha atau yang sudah memulai usaha tersebut. Film ini akan mampu memompa semangatmu hingga berlipat-lipat. Percaya atau g, nyatanya ini efektif sekali, hehehe. Silahkan buktikan sendiri THE BILLIONAIRE TOP SECRET”

SELAMAT MEMBACA!!!



Hasil gambar untuk wirausaha


Top adalah seorang pemuda yang Sangat gemar bermain game online sejak duduk di bangku SMA. Suatu hari ketika sedang bermain game ada member lain bernama Jack yang ingin membeli senjata kepada Top. Awalnya Top tidak ingin menjual senjatanya. Namun, karena ditawari akan diberi uang sebesar 30 bath.  Akhirnya Top berani untuk menjualnya. Dari penjualan senjatanya itulah dia semakin lama semakin meraup keuntungan yang cukup besar hingga dia pun mampu membeli sebuah mobil. Ia mulai melakukan sebuah bisnis. Namun, kedua orang tua Top tidak setuju akan apa yang dilakukannya. Saat orang tua Top mengetahui bahwa anaknya tidak diterima di Universitas Negeri, orang tuanya pun semakin geram dengan kelakuan Top yang seakan-akan tidak mengindahkan pendidikannya.

Suatu ketika, akun game online tersebut dihapus karena telah dianggap menyalahgunakan kepentingan komersial, dia pun bingung bagaimana untuk mendapatkan uang lagi seperti sebelumnya untuk biaya masuk universitas. Namun Top adalah seseorang yang tidak pantang menyerah, Top pun berinisiatif untuk membuat bisnis baru membuka toko DVD player. Tapi naas Top ditipu, DVD player berjumlah 50 unit itu ternyata rusak semua karena berupa DVD player bajakan. Setelahnya, Top mencoba untuk membuat peluang bisnis baru, yaitu ingin berjualan kacang. Ia pun mulai melakukan survei di lapangan dan melakukan berbagai macam cara untuk membuat kacang yang diminati oleh pasar. Top menyewa lokasi di mall untuk berjualan kacang namun kacang yang dijual Top tidak seberapa laku karena dirasa lokasinya tidak strategis dan dia pun pindah lokasi yang dirasa cukup strategis dekat pintu masuk mall. Hari pertama pun kacang Top laku habis. Bisnis kacang Top beberapa hari kemudian mulai terancam untuk diberhentikan karena oleh pihak mall melihat bahwa dagangan kacang Top mengotori atap mall. Suatu malam kedua orang tua Top mengajak Top untuk pindah ke China namun Top bersikukuh untuk tetap tinggal di Thailand melanjutkan bisnisnya. Sayang sekali bisnis kacang Top harus berhenti sampai di situ karena lokasi dagangannya telah dijual ke pihak lain.

Di suatu pagi, Top mengetahui bahwa rumahnya akan disita. Top pun sedih tidak tahu harus berbuat apa, sampai ketika ia bertemu dengan kekasihnya yang baru pulang dari Rayong dan membawa oleh-oleh makanan rumput laut. Setelah ia mencoba rumput laut tersebut. ternyata rasanya sangat enak. Dari situlah Top memulai memikirkan bisnis baru, yaitu bisnis makanan rumput laut. Top berusaha merintis bisnis barunya dengan baik dan dia belajar ke ahlinya untuk membuat rumput laut. Pada awalnya hasil gorengan rumput laut oleh Paman dan Top tidak ada yang berhasil. Namun, karena suatu kejadian yang dialami oleh pamannya ada satu bungkus rumput laut yang terkena air. Dari situlah rumput laut yang digoreng Top rasanya menjadi enak. Ternyata sebelum digoreng rumput laut itu harus dibasahi terlebih dahulu. Top mulai memproduksi rumput laut tersebut dalam jumlah banyak untuk dijual. Ia menjual dagangannya di pusat perbelanjaan ternyata memang benar, dagangan Top laku keras.

Kemudian, Top mencoba untuk bekerja sama dengan 7-Eleven, ia mencoba menawarkan produk rumput lautnya. Namun produknya ditolak karena dengan alasan kemasannya tidak layak jual, ukuran rumput lautnya terlalu besar serta harga jual yang juga dirasa cukup mahal. Top tidak menyerah begitu saja, ia mencoba untuk mengubah desain kemasannya dengan bantuan seorang desainer. Ia menamakan produknya dengan nama TAI KEI NOI yang artinya pengusaha muda.

Dengan semangat, ia kembali ke 7-Eleven, namun ia gagal bertemu dengan Manager 7-Eleven. Akhirnya Top meninggalkan sampel produknya begitu saja di lift. Disana ternyata produknya diambil oleh beberapa karyawan di gedung itu. Disaat Top merasa putus asa tiba-tiba ia dihubungi oleh pihak 7-Eleven karena produknya diterima. Top sangat senang dan ia segera menandatangani kontrak yang dibuat oleh 7-Eleven. Salah satu kontrak tersebut menyebutkan bahwa Top harus memproduksi 72.000 kemasan untuk dikirim ke 6.000 cabang, tentu saja ia harus memiliki pabrik karena selama ini ia menggoreng rumput laut hanya di rumah.

Lalu ia teringat keluarganya masih mempunyai sebuah kantor kecil. Maka ia merenovasi kantor tersebut menjadi sebuah pabrik. Pada akhirnya kerja keras dan semangatnya berbuah hasil. Ia berhasil renovasi kantor ayahnya menjadi pabrik dan mempekerjakan beberapa karyawan namun pada saat pihak 7-Eleven menginspeksi pabrik Top,  7-Eleven merasa pabrik Top belum memenuhi standar. Lagi-lagi Top tidak menyerah begitu saja. Ia segera menyempurnakan apa saja yang masih kurang dan akhirnya kontraknya disetujui.

Akhirnya setelah 2 tahun, Top mulai menuai kerja kerasnya dia bisa melunasi utang-utang kedua orang tuanya. Di usianya yang ke 26 tahun ia berhasil memiliki pendapatan mencapai 1500 juta bath (Rp.  450 miliar) , memiliki 2.500 karyawan, mengirim produknya ke- 6.000 cabang 7-Eleven.  Mengekspor cemilan rumput lautnya ke-27 negara di dunia dan memiliki perkebunan rumput laut di Korea Selatan.

Apa yang kamu pikirkan saat membaca cerita tersebut ??? Yaps, seperti yang sudah saya sebutkan di atas ini adalah kisah yang saya kutip dari sebuah film produksi Thailand “The Billionaire Top Secret” Siapa yang sudah pernah lihat atau menontonnya? Mengagumkan bukan? Sangat.  Apa yang dapat kita ambil? Tentu pelajarannya. Bahwa bila ada satu pintu yang tertutup akan ada banyak pintu lain yang terbuka. Ketika satu usaha telah gagal maka kita harus berusaha untuk menemukan usaha-usaha yang lain. Bila usaha yang lain gagal maka kita harus menemukan usaha-usaha yang lain, lain dan lain lagi. Karena sejatinya hidup adalah perpindahan dari usaha satu ke usaha lain.

Mereka yang menang bukan karena yang tidak pernah gagal dalam meraih tujuan dan mimpi-mimpinya, tapi yang gagal kemudian bangkit. Yang gagal kemudian memulai kembali dengan lebih baik. Yang gagal kemudian berdiri kembali dengan lebih gagah dan lebih banyak pengalaman untuk memulainya lagi. Mereka berani melakukan perpindahan dari usaha satu ke usaha lain. Mereka yang terus mencoba pasti akan berhasil Man Jadda Wajada Siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil.

Bila ada 1 pintu yang tertutup ada banyak pintu lain yang terbuka ketika satu usaha telah gagal maka kita harus berusaha untuk menemukan usaha-usaha yang lainnya.
Terima kasih

Tembilahan,
KB. 17 April 2018 

Wednesday, February 28, 2018

Muhasabah Diri

Muhasabah Diri




Jujur pada orang lain itu tak mudah | lebih sulit lagi jujur pada diri sendiri

Karena menyalahkan orang lain lebih mudah | daripada menyadari diri sendiri salah

Lebih sulit lagi mengoreksi diri setelah menyadari | semuanya perlu keberanian, keikhlasan dan kejujuran

Apalah kita, tanpa ruh membusuk, tanpa iman lemah, tanpa islam hina | namun selalu ingin terlihat hebat, disangka fasih, dibilang pintar

Senantiasa menuntut orang lain, tapi memaklumi diri sendiri | kesalahan orang lain diteliti, namun selalu membenarkan diri

Padahal akan tiba masa dimana manusia takkan bisa membela | lalu mengapa kita sibuk mencari ridha manusia?

Jujur pada orang lain berarti mengakui kebaikannya | jujur pada diri sendiri berarti menyadari kita bisa salah


Begitulah sebaik-baik anak Adam sebagaimana sabda Nabi | yang menyesali dosanya, berhenti dari dosanya dan bertekad tak mengulanginya. 



KB.
01 Maret 2018

Wednesday, February 14, 2018

Never Give Up


Klo mau ngeluh, sini berantem 😈😈
.

1. Solusi yang seharusnya kamu dapatin g akan pernah ada. Karena kamu sibuk dengan kata "'seandainya" atau "seharusnya"
.
- seandainya aku tadi begini
- seharusnya aku menjawab B bukan D. 
- seandainya aku datang lebih awal

Jadi,  gimana mau cari solusi yang ada kamu memupuk masalah. 
.
.

2. Hanya karena hal sepele sudah buat kamu ngeluh dan tidak akan pernah puas sebelum kamu ngeluh atau curhat. 
Hallo, kehidupan g sebuntu itu.  
Kebanyakan ngeluh justru berdampak buruk bagi kesehatan.
Karena percaya atau g, mereka yang hobby ngeluh biasanya berusia 3X lebih pendek dibanding mereka yang jarang ngeluh (berdasarkan hasil penelitian).
.
.
.

3. Kamu ngeluh terus curhat???? 
Buat yang hobby dengerin curhat keluhan jangan lagi hehehe 
Kenapa??? 
Ka
.
Karena yang mendengar tanpa sadar ikut memasukkan keluhannya kedalam percakapan sebagai tindakan baik untuk merespon. Meskipun mengeluh mengurangi bebanmu namun tanpa sadar kamu sudah menularkan hal negatif ke orang lain.


Mengeluh Dapat Menambah Masalah Baru


Kemajuan teknologi terutama media sosial menjadi sarana atau tempat mengeluh paling mudah. nah, buat temen-temen yang hobby update status coba deh sebentar rehat terus kita pikirkan baik-baik. Kamu bisa menulis apapun yang ada dipikiranmu tanpa memikirkan dampaknya terlebih dahulu. Menyebut nama seseorang yang membuatmu kesal atau menyertakan merk dan nama sebuah instansi dalam keluhan yang kamu tulis di status sosialmu. Kelihatannya sepele namun hal ini bisa memicu masalah besar. Kamu bisa terjerat kasus hukum apabila seseorang, merk atau instansi tidak terima dan menuntutmu dengan tuduhan pencemaran nama baik.

Selain itu mengeluh di media sosial juga akan membuat orang-orang di sekitarmu tahu keburukan dan kekuranganmu. Kamu juga akan terlihat kurang bersyukur dan seorang mudah putus asa. Hal ini dapat membuat orang lain meremehkanmu, menganggapmu lemah dan mungkin menjadi malas berteman denganmu. Bayangkan jika orang yang kamu taksir melihat kamu rajin mengeluh di status sosialmu.

Tentu sebagai manusia biasa kadangkala kita mengeluh. Namun terlalu sering mengeluh pun hanya akan memperburuk keadaan. Kenapa tidak mulai bersyukur? Bukankah lebih baik mencari cara untuk menyelesaikan masalah dari pada hanya mengeluh?! So, pilihan ada ditanganmu?!


Buat temen-temen jika ada tambahan atau masukan, bisa tinggalkan komentar dibawah. 
Terima kasih... 



Kb

Monday, December 11, 2017

Langkah Kecil



Langkah Kecil

Menapaki langkah cerita kaki
Meniti jembatan kehidupan
Terkadang aku melangkah kecil
Terkadang aku berlari

Langkah kaki kecilku kian menjauh
Satu langkah kulalui
Dua langkah aku berlari
Tiga langkah aku mencari
Langkah ini semakin tak terhenti
Semakin tak berujung
Semakin tak terkendali

Aku menyusuri setiap tepi
Terdiam,
Perlahan,


Tuhan ….
Ajarkan aku kehidupan untuk pribadi yang lebih baik
Tuhan ….
Dalam setiap derap langkah kaki ini tuntun aku selalu dijalan-Mu
Sesat ku mungkin sengaja meski terkadang aku lupa
Tuntun aku selalu bersama-Mu…..

Monday, November 13, 2017

Dan Cinta-Nya




 Dan Cinta-Nya





05:15 WIB  Kriiiiiiiinggggg………..
“Astagfirullahhaladzim …. “
Ya Allah, kenapa  mimpi ini terus hadir dalam tidurku.
Aku terdiam, mimpi itu memang terjadi sebulan yang lalu sebelum kepergian ayah dan ibu untuk selamanya. Sebuah kecelakaan yang merenggut banyak korban termasuk orang tuaku. Segera ku tepis bayangan itu. Aku lalu keluar untuk mengambil  air wudhu dan segera melaksanakan shalat shubuh.


“Ya Allah aku tau, aku bukanlah anak yang baik, bagaimana kehidupan ku dimasa lalu Engkau lebih mengetahui. Ya Allah, Engkau boleh marah, aku tidak memiliki hak mengatur semua itu. Tapi Aina mohon, tempatkanlah kedua orang tua Aini disurga-Mu. Katakan bahwa Aini disini baik-baik dan katakan Aini dalam lindungan-Mu. Roda terus berputar dan Aini telah berputar. Berputar menuju kehidupan yang lebih baik. Aamiin ya Rabb….”.
Aku tertidur dengan balutan mungkena putih hingga waktu menunjukkan pukul 06:27 WIB. Aku segera bersiap-siap untuk pergi kesekolah.




In the School ,
“Aini, tunggu…. “ sapa Faza yang berlari mengejarku
“Ada apa, za?”
“Ini ada titipan dari Garra “.
“Oh, iya terimakasih”
“Secepat mungkin kamu perbaiki dan berikan pada Garra !”
“ Maksud kamu laporan  …. “
“Iya, lebih jelas tanyakan pada Garra. Dia sekarang ada diruang OSIS “ potong Faza dengan cepat lalu berlari menuju kantin yang memang tidak jauh dari tempat kami berdiri.

Saat istirahat, aku segera pergi keruang OSIS ditemani Intan dan Yuli.

“Assalamu’alaikum “ Sapa kami serentak
“Wa’alaikumussalam, masuk “ Jawab Faza , bendahara OSIS yang sedang berada didalam.
“Garranya ada…? “ tanyaku memulai pembicaraan
“Ada , langsung masuk saja Ai, “
“Terimakasih “

Ku beranikan diri mengetuk pintu ruang ketua OSIS , walaupun ada sedikit rasa gugup di hatiku.

“Assalamu’alaikum” sapa kami serentak dari luar ruangan
“ Wa’alaikum salam, masuk”
Aku dan kedua sahabatku masuk.
“Mana laporan perbaikannya … ?” tanyanya tanpa basa-basi
“Ma’af, justru  maksud kedatangan kami kesini ingin menanyakan laporan kegiatan yang harus kami perbaiki “ jawabku
“Jadi,laporan itu belum kalian perbaiki. Kalian tau … “ (kami bertiga mengeleng )
“Laporan kegiatan yang kalian lakukan itu tidak sesuai dengan kenyataannya.”
“Apa maksud kamu, Gar ?” Tanya Yuli yang memang tipe orang tidak sabaran
“Dalam laporan kegiatan yang kalian lakukan semua berjalan lancar. Tapi faktanya  lima orang anak kelas XI hari ini tidak masuk sekolah karna sakit dan dua diantaranya tanpa keterangan. Sedangkan  kelas X tujuh orang sakit dan dua tanpa keterangan.

:(  kami bertiga saling berpandangan.

“Kanapa dengan kalian, penjelasan atau alasan apa yang ingin kalian berikan seperti pada waktu kalian minta agar kegiatan ini dilaksanakan secara outdoor bahkan kalian berjanji tidak akan terjadi apa-apa. Tapi nyatanya . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . “ Ia melampiaskan semuanya pada kami .

“ Ma’af soal itu kami benar-benar tidak tau, sekali lagi ma’af dan kami akan segera memperbaiki laporan ini. “
“Bagus “ jawabnya
“Permisi, assalamu’alaikum “  

Tak ada ku dengar jawaban salam dari mulutnya, entahlah kedua sahabatku. Mungkin dia sangat marah, pikirku dalam hati. Tapi aku penasaran dan tanpa ku sadari , aku menoleh kebelakang. Aku melihat bibirnya mengucap suatu  kalimat yang kutebak itu sebagai jawaban salam yang kami berikan.

Sore hari setelah pulang sekolah, kami berenam berkumpul dirumahku.
“ Jadi, kalian bertiga keruang OSIS?” Tanya Lisda
“Kenapa kalian tidak mengajakku, kalau aku ikut tidak akan ku biarkan dia berkata kasar “ jawab Hanni si tomboy.
“iya, akan kuajarkan mulutnya menyusun kata menjadi kalimat dengan baik agar bisa menjaga perasaan pendengarnya.”
Aku tersenyum,

“ dia hanya menyampaikan apa yang disampaikan Pembina OSIS lagi pula ini salah kita, bukankah kita telah membuat perjanjian bahwa setelah acara ini semua akan baik-baik dan…..”
“Kalau kalian ingin cepat makan, segera selesaikan laporan ini.” Jawabku yang disambut anggukan Hanna saudara kembar Hanni yang memiliki hobby makan.
Tepat pukul 16.30 WIB laporan telah selesai kami kerjakan. 





Di sekolah
“Aini, mau kemana …?”
“Mau ngantar laporan perbaikan kegiatan rohis keruang OSIS”
“Aku ikut ..”
Aku dan Lisda pergi keruang OSIS. Kembali diruang OSIS ada Faza, tapi kali ini Garra tidak ada diruangannya. Kamipun menitipkan laporan pada Faza lalu permisi ntuk kembali kekelas.

Tidak lama kemudian,,,,

“Assalamu’alaikum “ sapa Garra dengan terburu-buru
“Wa’alaikumsalam, Garra. Aini dan Lisda baru saja keluar”
Garra berhenti dan mendekati meja Faza “Dia mencariku” Tanya Garra antusias.
“Iya, dia menitipkan laporan perbaikan kegiatan rohis untuk mu”
“O… iya terimakasih “



 


ALLAHU AKBAR… ALLAHU AKBAR…
Aku segera keluar dari perpustakaan menuju mushala yang berada disebelah timur dari pustaka. Tiba-tiba hujan turun. Akupun segera berlari kesebuah bangunan yang sudah tua.

“Mau kemana Ai?”
Aku terkejut melihat Garra yang sudah berada disamping ku
“Kenapa?” tanyanya “ Aku sudah berdiri sebelum kamu datang” tambahnya menjelaskan
“Oh ma’af, aku tidak tau kalau kamu sudah ada dari tadi”
“Iya, kamu sibuk dengan jilbab mu” jawabnya dengan tersenyum
Aku terdiam dan hanya membalasnya dengan senyum. Memang dari tadi aku sibuk dengan jilbab yang kukenakan karna terbawa angin dan maklum aku baru belajar mengenakan jilbab.
DARK…………….

 


Suara petir mengejutkanku disusul dengan sebuah pohon tumbang.. Refleks aku menutup kepala dengan kedua tangan  dan sebuah buku yang sedang ku pegang. Lalu sebuah jaket hitam yang menutup kepalaku.
‘Hitam’, batinku…
Aku sadar , aku tidak memakai jaket. Ku lepas kedua tangan yang tadi terletak
dikepalaku. Diapun sadar….
“Ma’af, aku tidak sengaja”
Aku segera berlari menembus derasnya hujan.
“Aini, tunggu . . . . . . … ” 



Setahun kemudian,,,
Aku, yang sedang tak percayaimu curiga kepada hatimu, benarkah sudah kau lupakan dia, aku takut tuk kehilangan mu, takut bila dirimu pergi dan kembali…. (dering suara handphone, membangunkan ku)
sebuah sms masuk,
 

 
Pukul 13.30 WIB aku pergi menuju pustaka Indah Kirana dan sampai 13.50 menit. Sekarang pukul 14.45. Berarti aku sudah menunggu selama 45 menit.  Jalanan yang macet dan panas terik matahari membuatku haus. Ku putuskan untuk membeli minuman diseberang jalan sambil menunggu Garra datang.
Di tempat lain Garra dengan terburu-buru mengeluarkan motor dari bagasi.
“Mau kemana, Garra ?”
“Garra mau pergi ma, ada janji dengan seorang teman . Assalamu’alaikum “ Garra
menghidupkan mesin motor lalu pergi. Ibunya yang  melihat Garra hanya tersenyum. 




Lampu merah membuat Faza dapat beristirahat sejenak. Kepalanya sangat pusing sejak ia keluar dari rumah Garra . Tadinya ia belum ingin pulang, tapi karna Garra ingin pergi. Ia pun segera pulang. Tapi ternyata keputusan itu kurang tepat. Kepalanya semakin bereaksi kuat atas paksaan yang dilakukannya.
TIT…………TIT………… mobil-mobil yang ada dibelakang mengklakson, Faza sadar sekarang lampu hijau. Iapun segera melaju untuk cepat sampai kerumah dan segera beristirahat. Pusing itu datang lagi, bahkan terasa semakin sakit dari sebelumnya. Minyak angin yang dari tadi ia pegang tak mampu mengusir rasa sakit dikepalanya. Tiba-tiba mobil yang ia kendarai seperti menabrak sesuatu yang besar dengan keras. Tapi Faza tetap berlalu dengan rasa sakit dikepala yang sangat.
Garra menepikan sepeda motornya didepan sebuah warung karna melihat kerumunan orang banyak. Ia lalu berlari untuk  melihat apa yang terjadi.
“Innalillahi wa innailaihi rojiun… Aini… “
“Ambulans… tolong cepat panggil ambulans” teriak Garra pada semua orang.




RS. Bhakti Husada
 “Permisi”
“Silahkan duduk, “
“Terimakasih dokter. Saya kakak Aini. Bagaimana keadaan adik saya “
“Akibat kecelakan itu adik anda mengalami kerusakan pada matanya, ada beberapa saraf dibagian mata yang mengalami gangguan “
“Tapi adik saya tetap bisa melihat?” Tanya kak Billi khawatir
“Untuk itu kami belum bisa memastikan, ada kemungkinan akibat adanya gangguan di beberapa saraf menyebabkan adik anda mengalami kebutaan .”
“Tolong selamatkan adik saya, berapapun biayanya saya tidak peduli, dia adik saya satu-satuya”
“Kami akan berusaha, dan mohon do’a dari keluarga”


Sebulan sudah semenjak kecelakaan itu dan Aini telah melakukan operasi. Ada seorang pendonor yang rela memberikan matanya kepada Aini. Dan hari ini adalah penentuan berhasil tidaknya operasi yang dilakukan Aini. Seorang suster mendekati Aini dan membuka perban yang melingkar dikepala Aini dengan hati-hati.



“Suster, tunggu sebentar, “ pinta Aini
“Kak Billi, berhasil tidaknya operasi ini akan kita ketahui sebentar lagi. Kalau operasi ini tidak berhasil, (Aini terdiam, semua yang ada diruangan itu menangis) Aini sudah siap. Dan jika operasi ini berhasil ataupun tidak  tolong beritahu Aini, siapa orang yang memiliki hati mulia yang rela memberikan kedua matanya untuk Aini”
“Aini, kakak juga tidak tau siapa pemilik hati itu. Tapi sebentar lagi setelah kita mengatahui operasi ini berhasil atau tidak. Kita juga akan mengetahui siapa pemilik mata itu.”
Aini membalas ucapan kak Billi dengan senyuman, “Suster, tolong lanjutkan.”

Suster melanjutkan tugasnya yang sempat tertunda.
“Bacalah bismilah Aini” ucap dokter Wilson, yang hanya dapat Aini kenali suaranya.
Semua terdiam, Aini brusaha membuka kedua matanya. Bismillahirrahmanirrahim, didalam hati Aini berdoa’. Perlahan ia mrngarahkan pandangannya keseluruh sudut ruangan.
“Kak Billi,”
Kak Billi langsung memeluk Aini, semua yang menyaksikan ikut terharu, bahkan Dr.Wilson pun ikut menitikkan air mata.
“Kak, tolong antar Aini kepada pemilik mata ini.”
“Kamu yakin ingin menemui orang itu, hari ini. “
“Aini tidak mau menunda-nunda lagi kak, Aini ingin mengucapkan terimakasih”
Akhirnya, kak Billi menuruti keinginan Aini. Dan Dr. Wilson ikut untuk mengantar mereka.

Sesampainya dijalan Khalid Purnawan.
“Bukannya ini jalan menuju rumah Faza. Kak Billi?” Tanya Aini meminta jawaban pada kak Billi,
tapi kak Billi hanya menatapnya dengan senyuman. Mereka masuk kedalam rumah besar yang bernilai seni tinggi. Dr. Wilson membawa mereka kedalam sebuah kamar yang berwarnakan merah muda. Kamar itu berbau obat-obatan rumah sakit tapi rumah ini bukan rumah sakit. Aini menatap seorang perempuan yang berbaring membelakanginya.  Sebuah  meja kecil yang diatasnya ada beberapa obat. Dan seorang lelaki .
“Assalamu’alaikum…” Sapa Dr. Wilson
“Waalaikumussalam….” Jawab sosok lelaki tadi,
Aku terkejut, dia Garra. Dia tersenyum melihatku. Perempuan yang berbaring itu terbangun dan menoleh kepadaku. “ya ALLAH, Faza….” Aku mendekati Faza dan memeluknya. Ku lihat kak Billi melangkah mendekati kami. Ia menepuk pundakku.
“Aini, pemilik hati itu adalah Faza.”
Ya  ALLAH apa lagi rencanamu ini?. Aku tidak melepaskan pelukanku pada Faza.
“Aini, ma’af.. kamu mengalami kebutaan karna aku yang menabrakmu”
“Faza…………….”
“A-ku tak mau kau menolak mataku untukmu, karna itu aku tidak mengizinkan Dr. Wilson  untuk memberitahumu maupun kak Billi”
Aku terdiam, sungguh mulia hatinya. “Dr. Wilson adalah pamanku, dia yang memberitahuku. Garra..”
Garra menghampiri kami. Aku menoleh Dr. Wilson dan kak Billi yang hanya terdiam melihat drama didepan mata mereka.
“Ai, Garra yang membawa mu kerumah sakit. (aku hanya diam dan menunduk ). Garra, aku tau kamu mencintai Aini” mendengar itu, aku menoleh kearah Garra, dia mencoba tersenyum memandangku dengan muka merah.
“Garra aku titip Aini” suaranya lirih hingga kulihat ia memejamkan mata
“FAZA……………………………………………..“
Dr. Wilson segera memeriksa Faza. Sementara kak Billi mencoba menarikku menjauh agar tidak menganggu Dr. Wilson. “innalillahi wainnailaihi rajiun…”
“FAZA……………………..” aku berteriak untuk kedua kalinya. Kak Billi kembali mencoba menenangkanku .
“Faza sakit apa dok..?”
“Faza terkena penyakit kanker otak stadium akhir………. Karna itu dia sering pusing” timpal Garra yang dari tadi hanya diam.
“Kak,?” Aku menatap kak Billi penuh harap meminta kepastian.   
“Iya Ai, Garra benar”
                                                           

Aku menatap pusara yang masih basah. Ku taburkan bunga diatasnya. Faza terimakasih untuk dua mata ini, insyaALLAH aku akan menjaganya untukmu. Terimakasih untuk semua. Kak Billi mendekatiku dan mengajak pulang. 



27 November 2010
Aku mencium tangannya, sosok laki-laki yang semenjak beberapa tahun ini sudah kukenal dan kini menjadi suamiku. Ia tersenyum memandangku.
“Telah lama rasa ini kita simpan didalam tempat bernamakan hati. Terus tersemai, semakin aku mencoba menjauh maka rasa itu semakin tumbuh dan tertata rapi. Kini kita menjaganya bersama. Akan kupangkas gulma dan hama yang mencoba mengganggu”
Aku tersenyum, jujur aku malu
“Batu-batu es itu telah mencair hingga menjadi satu yang disebut air. Dengan air akan selalu kusiram rasa itu, sesuai keinginan kita hingga ia tumbuh subur”. :)

THE END









Do-Atk
Tembilahan, 14 November 2017 
~Kb 
Kesamaan nama dan karakter hanya kebetulan semata.